Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Blogroll

Blog

Selasa, 25 Januari 2011

Pengorbanan Part.3

Seiring dengan tetesan air mata,tidak terasa tetesan air mata langit telah membasahi baju Desy.Raka dan Herman yg masih menunggunya menjadi hawatir.Karena sudah beberapa kali dihubungi tapi tidak bisa.Kegalauan tambah menghantui ketika hujan mulai deras.Mereka masih belum tahu kalau sebenarnya sudah dari tadi desy berada di luar dan tak henti-hentinya meneteskan air mata.Tidak sengaja raka melihat kearah pintu dan mengetahui bahwa desy sudah ada di sana.Desi makin panik,kemudian ia lari.raka dan herman mengejarnya.Karena kegalauan yang dirasakannya,desy lari ke arah jalan raya dan tidak mengetahui bahwa dari arah kanan terdapat mobil yg melaju dengan kecepatan tinggi.Desy hanya bisa terpaku di jalan itu.Antara hidup dan mati,tiba-tiba raka datang dan mendorongnya.Desy selamat,tapi raka tertabrak dan mengalami pendarahan yang luar biasa.Herman dan Desy sangat panik.Herman segera menelfon ambulance.Tak seberapa lama ambulance datang membawa raka menuju kerumah sakit.Herman dan Desy juga ikut mengantarkan raka ke RS.Sesampainya di rumah sakit raka langsung di bawa ke ruang UGD Herman dan Desy menunggu di ruang tunggu.Tapi anehnya desy dan herman hanya dapat terpaku dan diam seribu bahasa.Tiba-tiba herman berkata,"kenapa loe g bilang"!
Tapi desy hanya bisa menangis menyesali semua kesalahannya.
Tapi tiba-tiba herman jatuh pingsan dan langsung mendapat perawatan oleh dokter.Berberapa lama desy menunggu di ruang tunggu dengan pikiran yg kacau dan ke khawatiran yg teramat sangat.Air matanya masih menetes membasahi pipinya.Dokter yg memeriksa herman pun telah keluar dari ruangannya.Desy menghampiri dokter itu dan bertanya tentang keadaan herman.Tapi dokter agak ragu untuk menjawab pertanyaannya.Kemudian dokter berkata bahwa herman . . ,
Herman terkena kanker otak stadium akhir dan dia difonis bahwa umurnya tinggal 1 minggu.Desy hanya terdiam mendengar semua itu.Desy hanya bisa terbungkam sambil terduduk di ruang tunggu.Raka telah keluar dari ruang UGD dan dlm keadaan selamat.Tapi kata dokter dia kehilangan penglihatannya dan raka masih koma bahkan dia masih belum melewati masa kritis.Desy makin terpukul mendengar semua itu.Tak berapa lama kemudia Herman siuman,Desy sudah berada di sampingnya.Desy kemudian bertanya kepada herman"kenpa kamu nyembunyiin semua ini?"
Tapi herman hanya tersenyum.Dengan nada serak herman berkata"bagaimana keadaan raka?"
Desy menjawab dengan nada sedih,"harusnya kamu fikirin keadaan mu!".
Tapi lagi-lagi herman hanya tersenyum.
Tiba-tiba herman berkata,"buat apa difikirin,bentar lgi juga aku udah pergi".
"Jangan bilang gitu!",bentak desy.
"Aku harus gimana raka sekarang buta,kamu sekarang sekarat dan semua ini gara-gara aku!"
"apa?raka buta?kamu pasti bercanda!"
"sumpah aku ga' bo'onk!".desy meyakinkan.
"aku ingin melihat raka!".bentak herman seakan tidak percaya.
"jangan kamu masih belum sembuh benar!".larang desy.
"biar aku pengen lìhat sahabat ku".
Herman nekat dan pergi mencari ruangan dimana raka dirawat,
Kamar demi kamar dia mencari dan akhirnya ketemu.
Dia melihat raka masih belum sadar.Dengan mata yang masih ditutupi oleh perban.
Herman masih tidak percaya bahwa ternyata raka kehilangan penglihatannya.
Herman terduduk di samping raka yang masih berjuang antara hidup dan mati.herman berfikir seandainya benar oprasi kanker otaknya tidak berhasil,dia ingin mendonorkan matanya untuk Raka.7hari pun telah berlalu,raka masìh koma tapi dia sudah melewati masa kritis.sekarang herman yang akan berjuang antara hidup dan mati.Dengan didampingi Desy dan orang tuanya,dia di bawa ke ruang oprasi.tetapi sebelum masuk herman berpesan kepada desy."seandainya nanti aku mati,aku ingin mataku ini di berikan untuk sahabatku....agar aku dapat memandang mu tersenyum bahagia."
Herman telah masuk keruang oprasi.dengan cemas desy menunggu.setelah hampir 6 jam menunggu oprasi pun selesai.Dokter memberitahukan bahwa herman tidak dapat ditolong.
TO BE CONTINUE

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Alexa Rank


Blog Raka Zakaria Design by Insight © 2009