Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Blogroll

Blog

Kamis, 29 Maret 2012

Hikmah Dari Pencuri Beras

di sebuah desa di Belanda

Seorang laki-laki paruh baya sedang mengalami persidangan, atas tuduhan pencurian. Tuduhan itu dikeluarkan oleh majikannya sendiri. Majikannya yang adalah pengusaha beras menuntut lelaki itu atas tuduhan pencurian 1 karung beras.

Pengusaha ini tampak marah sekali saat ia mengetahui ada satu (dari sekian banyak) kantong beras telah hilang, dan dia mendapati bahwa yang mencuri adalah salah satu pegawainya. Setelah memecat si pegawai, sang majikan kemudian langsung melaporkannya kepada pihak yang berwajib, dengan maksud menghukum pegawainya yang telah berani mencuri.

di persidangan

H: hakim
B: buruh
M: majikan

sang Hakim membuka persidangan dengan pertanyaan sederhana kepada terdakwa, si buruh.
H: apa benar bapak telah mencuri di tempat tuan M?
B: benar Pak
H: apa yang bapak curi?
B: beras
H: berapa banyak?
B: hanya 1 kantung Pak, sedangkan di sana ada begitu banyak
H: tahukah Bapak, bahwa se sedikit apapun kita mencuri, itu tetaplah mencuri, dan perbuatan Anda itu salah
B: (terdiam)
H: baik, bolehkah saya bertanya, kenapa Anda mencuri dari majikan Anda sendiri?
B: Saya lapar
H: (terdiam sejenak) .. lanjutkan
B: Gaji yang saya terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saya dan keluarga, bahkan hanya untuk sekedar makan. Semua uang yang saya dapat saya berikan ke istri semua untuk persediaan makan. Namun tidak cukup dan kami masih kelaparan. akhirnya saya bersedia mengalah dan mengurangi jatah makan saya, demi keluarga.
H: (memeriksa berkas2 gaji si terdakwa)

B: Saya bahkan berpikir bahwa gaji yang saya terima tidaklah pantas dibandingkan dengan apa yang saya kerjakan. saya sudah berbicara dengan tuan M, dan meminta kenaikan gaji, sedikit tidak apa-apa, bahkan saya lembur pun tidak menjadi masalah. namun permohonan saya selalu ditolak, dengan alasan beliau sebenarnya tidak memerlukan saya dan bisa memecat saya kapan saja. tapi saya tidak punya ijazah dan tidak tau lagi harus mencari kerja kemana.
H: (bertanya kepada M) benarkah begitu?
M: (mengangguk perlahan) benar. #di sana budaya jujur begitu kuat Gan

B: saya sudah mencoba meminjau uang pada beliau, namun beliau tidak juga mau memberi walau hanya sepeser. beliau sangat memperhitungkan untung rugi, tanpa mempedulikan nasib pegawai-pegawai nya. dan bukan hanya saya yang merasakan hal ini, namun beberapa teman saya juga mengeluhkan hal yang sama.
H: (memperhatikan si terdakwa yang mulai menangis)
B: (sesaat terdiam, kemudian melanjutkan)
B: Saya dan keluarga sudah sangat kelaparan, karena uang gaji saya sudah habis sejak 3 hari lalu. dan gaji saya selanjutnya baru datang minggu depan. saya tidak punya pilihan selain mencuri, karena bukan saya yang sedang menderita. saya masih mampu menahan lapar ini, tapi tidak dengan dua anak saya yang masih sangat kecil.
H: (menulis sesuatu di buku yang dia pegang)
B: saya mohon, saya akan mengembalikan 1 kantong beras itu secepatnya, asal jangan penjarakan saya. nanti anak-anak kami akan mati kelaparan (di sini beliau sudah meneteskan air matanya)
B: saya mohon ...
...
suasana persidangan menjadi hening seketika.

tok.. tok..
suara palu sang hakim memecah keheningan tersebut
sang hakim berdiri, lalu berkata

H: walau bagaimanapun, mencuri tetaplah mencuri, dan yang mengakibatkan hal ini terjadi, harus mendapatkan hukuman.
B: (terkulai lemas mendengar pernyataan sang hakim)

kemudian sang hakim menoleh pada M
H: Baiklah Tuan M, kali ini Anda saya bebaskan.namun sebagai hukumannya, Anda harus mempekerjakan kembali orang ini. dan jika saya mendapati Tuan B mencuri lagi, maka Anda-lah yang akan saya hukum, karena telah membiarkan pegawai Anda kelaparan.

H: sidang ditutup. tok tok tok... (suara ketukan palu dari sang hakim)

sang buruh pun tidak dapat menahan haru, dan dia menjabat tangan sang hakim, mengucapkan terimakasih sambil menangis.

- - - - -

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Alexa Rank


Blog Raka Zakaria Design by Insight © 2009