Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Blogroll

Blog

Rabu, 26 Januari 2011

Hambatan,Arus,dan Tegangan

1. Arus
Arus listrik adalah banyaknya
muatan listrik yang mengalir
tiap satuan waktu. Muatan listrik
bisa mengalir melalui kabel atau
penghantar listrik lainnya.
I = Q/T
Pada zaman dulu, Arus
konvensional didefinisikan
sebagai aliran muatan positif,
sekalipun kita sekarang tahu
bahwa arus listrik itu dihasilkan
dari aliran elektron yang
bermuatan negatif ke arah yang
sebaliknya.
Satuan SI untuk arus listrik
adalah ampere (A).
2. Hambatan
Hambatan listrik adalah
perbandingan antara tegangan
listrik dari suatu komponen
elektronik (misalnya resistor)
dengan arus listrik yang
melewatinya. Hambatan listrik
dapat dirumuskan sebagai
berikut:
R = V/I
atau
di mana V adalah tegangan dan I
adalah arus.
Satuan SI untuk Hambatan
adalah Ohm (R).
3. Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut
sebagai Voltase) adalah
perbedaan potensi listrik antara
dua titik dalam rangkaian listrik,
dinyatakan dalam satuan volt.
Besaran ini mengukur energi
potensial sebuah medan listrik
untuk menyebabkan aliran
listrik dalam sebuah konduktor
listrik. Tergantung pada
perbedaan potensi listrik satu
tegangan listrik dapat dikatakan
sebagai ekstra rendah, rendah,
tinggi atau ekstra tinggi.
V= I .R
Satuan SI untuk Tegangan
adalah volt (V).
4. Hukum OHm
Pada dasarnya sebuah rangkaian
listrik terjadi ketika sebuah
penghantar mampu dialiri
electron bebas secara terus
menerus. Aliran yang terus-
menerus ini yang disebut
dengan arus, dan sering juga
disebut dengan aliran, sama
halnya dengan air yang mengalir
pada sebuah pipa.
Tenaga (the force) yang
mendorong electron agar bisa
mengalir dalam sebauh
rangkaian dinamakan tegangan.
Tegangan adalah sebenarnya
nilai dari potensial energi antara
dua titik. Ketika kita berbicara
mengenai jumlah tegangan
pada sebuah rangkaian, maka
kita akan ditujukan pada berapa
besar energi potensial yang ada
untuk menggerakkan electron
pada titik satu dengan titik yang
lainnya. Tanpa kedua titik
tersebut istilah dari tegangan
tersebut tidak ada artinya.
Elektron bebas cenderung
bergerak melewati konduktor
dengan beberapa derajat
pergesekan, atau bergerak
berlawanan. Gerak berlawanan
ini yang biasanya disebut
dengan hambatan. Besarnya
arus didalam rangkaian adalah
jumlah dari energi yang ada
untuk mendorong electron, dan
juga jumlah dari hambatan
dalam sebuah rangkaian untuk
menghambat lajunya arus. Sama
halnya dengan tegangan
hambatan ada jumlah relative
antara dua titik. Dalam hal ini,
banyaknya tegangan dan
hambatan sering digunakan
untuk menyatakan antara atau
melewati titik pada suatu titik.
Untuk menemukan arti dari
ketetapan dari persamaan
dalam rangkaian ini, kita perlu
menentukan sebuah nilai
layaknya kita menentukan nilai
masa, isi, panjang dan bentuk
lain dari persamaan fisika.
Standard yang digunakan pada
persamaan tersebut adalah arus
listrik, tegangan ,dan hambatan.
Symbol yang digunakan adalah
standar alphabet yang
digunakan pada persamaan
aljabar. Standar ini digunakan
pada disiplin ilmu fisika dan
teknik, dan dikenali secara
internasional. Setiap unit ukuran
ini dinamakan berdasarkan
nama penemu listrik. Amp dari
orang perancis Andre M.
Ampere, volt dari seorang Italia
Alessandro Volta, dan ohm dari
orang german Georg Simon
ohm.
Simbol matematika dari setiap
satuan sebagai berikut “R”
untuk resistance (Hambatan), V
untuk voltage (tegangan), dan I
untuk intensity (arus), standard
symbol yang lain dari tegangan
adalah E atau Electromotive
force. Simbol V dan E dapat
dipertukarkan untuk beberapa
hal, walaupun beberapa tulisan
menggunakan E untuk
menandakan sebuah tegangan
yang mengalir pada sebuah
sumber ( seperti baterai dan
generator) dan V bersifat lebih
umum.
Salah satu dasar dalam
perhitungan elektro, yang sering
dibahas mengenai satuan
couloumb, dimana ini adalah
besarnya energi yang setara
dengan electron pada keadaan
tidak stabil. Satu couloumb
setara dengan
6.250.000.000.000.000.000.
electron. Symbolnya ditandai
dengan Q dengan satuan
couloumb. Ini yang
menyebabkan electron
mengalir, satu ampere sama
dengan 1 couloumb dari
electron melewati satu titik
pada satu detik. Pada kasus ini,
besarnya energi listrik yang
bergerak melewati conductor
(penghantar).
Sebelum kita mendefinisikan
apa itu volt, kita harus
mengetahui bagaimana
mengukur sebuah satuan yang
kita ketahui sebagai energi
potensial. Satuan energi secara
umum adalah joule dimana
sama dengan besarnya work
(usaha) yang ditimbulkan dari
gaya sebesar 1 newton yang
digunakan untuk bergerak
sejauh 1 meter (dalam satu
arah). Dalam british unit, ini
sama halnya dengan kurang dari
¾ pound dari gaya yang
dikeluarkan sejauh 1 foot.
Masukkan ini dalam suatu
persamaan, sama halnya dengan
I joule energi yang digunakan
untuk mengangkat berat ¾
pound setinggi 1 kaki dari
tanah, atau menjatuhkan
sesuatu dengan jarak 1 kaki
menggunakan parallel pulling
dengan ¾ pound. Maka
kesimplannya, 1 volt sama
dengan 1 joule energi potensial
per 1 couloumb. Maka 9 volt
baterai akan melepaskan energi
sebesar 9 joule dalam setiap
couloum dari electron yang
bergerak pada sebuah rangkian.
Satuan dan symbol dari satuan
elektro ini menjadi sangat
penting diketahui ketika kita
mengeksplorasi hubungan
antara mereka dalam sebuah
rangkaian. Yang pertama dan
mungkin yang sangat penting
hubungan antara tegangan, arus
dan hambatan ini disebut
hokum ohm. Ditemukan oleh
Georg Simon Ohm dan
dipublikasikannya pada sebuah
paper pada tahun 1827, The
Galvanic Circuit Investigated
Mathematically. Prinsip ohm ini
adalah besarnya arus listrik yang
mengalir melalui sebuah
penghantar metal pada
rangkaian, ohm menemukan
sebuah persamaan yang simple,
menjelaskan bagaimana
hubungan antara tegangan,
arus, dan hambatan yang saling
berhubungan.
HUKUM OHM
E = I R
I = E / R
R = I / E
Kesimpulan :
Tegangan dinyatakan dengan
nilai volts disimbolkan
dengan E atau V.
Arus dinyatakan dengan
amps, dan diberi symbol I
Hambatan dinyatakan dengan
ohms diberi symbol R
Hukum Ohm: E = IR ; I = E/R ; R =
E/I
Besarnya daya pada suatu
rangkaian dapat di hitung
dengan :
P = V . I atau P = I2 . R atau P =
V2/ R
Dimana :
P : daya, dalam satuan watt
V : tegangan dalam satuan volt
I : arus dalam satuan ampere
Contoh Soal Latihan:
Sebuah bangunan rumah tangga
memakai lampu dengan
tegangan pada instalansi lampu
rumah tangga tersebut adalah
220 Volt, dan arus yang
mengalir pada lampu tersebut
adalah 10 ampere, berapakah
hambatan pada lampu tersebut,
hitunglah?
JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 10 Amper
Dit : hambatan…………….?
JAWAB
R = V/R
R = 220/10 = 22 ohm
Jadi hambatan yang mengalir
adalah 22 ohm
Contoh Soal Latihan:
Didalam suatu rumah tinggal,
terpasang sebuah lampu dengan
tegangan 220 Volt, setelah di
ukur dengan amper meter
arusnya adalah 2 ampere,
hitunglah daya yang di serap
lampu tersebut ?
JAWAB :
dik :
V = 220 Volt
I = 2 Amper
Dit : Daya …………….?
JAWAB
P = V.I
P = 220. 2 = 440 Watt

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Alexa Rank


Blog Raka Zakaria Design by Insight © 2009